Suka Sama Karya Orang Lain? Kasih Mereka Tip Yuk..

Dulu, sebelum ada Internet seperti sekarang, ketika komik masih dicetak kertas, saya rela mengurangi uang jajan sekolah, bela-belain nabung hanya untuk dibelikan komik favorit. Tapi kini berbeda, dengan mudahnya kita membaca komik lewat laptop atau bahkan langsung lewat smartphone.

Salah satunya kita bisa menikmati karya-karya artis komik Manga (komik Jepang) yang dipublikasikan melalui website MangaCoin Live https://l.manga-coin.com. MangaCoin memanfaatkan teknologi blockchain dengan mendukung para artis manga berkarya, dari publikasi sampai dengan pendanaan.

Jingi – MangaCoin Live dalam bahasa Inggris

Continue reading “Suka Sama Karya Orang Lain? Kasih Mereka Tip Yuk..”

FinEXPO 2018, Empat Program Pada Bulan Inklusi Keuangan

“Semua Inklusi, Perlindungan Pasti” merupakan tema yang diusung pada perayaan Bulan Inklusi keuangan yang jatuh pada Oktober setiap tahunnya. Pada puncak perayaan tersebut diadakan acara Financial Inclusion Expo (FinEXPO) yang dirangkai dengan kegiatan fun run, yakni Sundown Run 2018 yang digelar di Epiwalk, Kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta pada hari Sabtu kemarin (27/10/2018).

Continue reading “FinEXPO 2018, Empat Program Pada Bulan Inklusi Keuangan”

Teknologi Maksa. Terlalu Memaksakan Solusi

Beberapa waktu lalu dalam tweet saya mempertanyakan begitu banyak koin dan token kripto, apakah semuanya dipakai?

Sama seperti tahun-tahun lalu di mana aplikasi smartphone sedang booming, semua orang memaksakan aplikasi masuk ke dalam layar kecil handphone. Apakah aplikasi-aplikasi sebanyak itu di App Store atau Play Store berguna?

Continue reading “Teknologi Maksa. Terlalu Memaksakan Solusi”

Kenapa Kripto Lebih Dikenal Ketimbang Blockchain?

Sama seperti web, orang lebih mengenal World Wide Web / WWW (biasanya disingkat hanya Web) ketimbang Basis Data atau Database, padahal situs-situs web besar seperti Google atau Amazon berjalan dengan didukung oleh underlying technology yang dikenal dengan sistem database.

Begitu pula Kripto, baik itu mata uang kripto (cryptocurrencies), asset kripto (cryptoassets), koin atau token; teknologi yang mendasari itu adalah Blockchain. Kamu kenal Bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin, dan banyak lagi; underlying technology (teknologi yang mendasari) mereka semua dapat berjalan didukung oleh blockchain.

Dapat saya katakan, orang lebih mengenal kripto karena untung-untungan ekonomi, sedangkan blockchain adalah itung-itungan komputasi. Kamu punya opini beda?

Data adalah sumber daya paling berharga di dunia, bener ga?

Bayangkan, dalam 60 detik, terdapat 29 juta pesan diproses WhatsApp, 3,8 juta pencarian di Google, 400 jam video diunggah di Youtube dan 156 juta email terkirim. Demikian statistik seperti yang dirangkum di bawah ini:

Infographic: Done in 60 Seconds | Statista
You will find more infographics at Statista

Jika sebelumnya minyak bumi adalah sumber daya (resource) paling berharga di dunia, kini julukan tersebut berpindah ke data, the oil of the digital era, begitulah The Economist menyebutnya. Perusahaan-perusaahaan raksasa seperti Google, Amazon, Apple, Facebook dan Microsoft, terlihat tidak dapat dibendung sebagai 5 perusahaan perusahaan paling berharga di dunia. Bayangkan, laba bersih kolektif mereka mencapai 25 milyar dollar pada kuartal pertama 2017.

Mengubah data menjadi intelligent action

“Data, cloud dan intelligent,” itulah 3 tren saat ini, seperti kutipan saat membahas tentang “Advanced Analytics Using Azure Data Service” pada acara Data Day – Turn Your Data into Intelligent Action yang diadakan oleh Microsoft Indonesia pada 14 Mei 2018. Dalam acara tersebut, data yang tersimpan diubah bukan hanya sekedar menjadi laporan, tapi diolah menjadi dasbor interaktif (interactive dashboard), kemudian menjadi model prediksi (predictive model) hingga menjadi tindakan cerdas (intelligent action) di antaranya rekomendasi dan otomasi (recommendation and automation).

Continue reading “Data adalah sumber daya paling berharga di dunia, bener ga?”